Mau pindah posisi kuping

Malam hari, mami menemani Aurel yang sudah siap mau tidur, sambil nungguin cici Christy yang masih dalam proses sikat gigi, cuci kaki dll dll.

Aurel : (udah rebah rebahan di kasur)

Mami : (duduk di kursi meja rias, sambil menyelesaikan HAMA buatan Aurel, bentuk telur)

Aurel : “Ma, ini kuping…” (sambil kedua telapak tangannya melengkung seperti huruf c, didekatkan di kuping kiri dan kanan, menutupi kedua kupingnya)

Mami : (sambil lalu menanggapi) ” Iya.. itu kuping”

Aurel : “Ini kupingnya disini…mestinya khan kupingnya dipindah ke sini” (sambil memindahkan posisi telapak tangannya yang masing masing masih membentuk huruf c dari posisi kuping yang sebenarnya, ke atas kepala seperti tanduk)

Mami : (ternganga… maksudnya pindah ke atas ????) “Lho.. kok pindah ke atas ?”

Aurel ; “Iya, khan Aurel mau jadi bunny. Jadi kupingnya mesti pindah ke atas sini nih..” (sambil memperagakan posisi kuping yang diharapkannya)

Mami : (astagaaaaa…) “Rel.. jadi bunny nya pura pura aja, masa kamu mau kupingnya pindah ke atas ? Kalo kupingnya pindah ke atas, ntar gak bisa jadi princess lho.. mana ada princess kupingnya di atas ?”

Aurel : (mukanya langsung sedih…) “Khan Aurel mau jadi bunny….”

Mami : (pasrah…) “Ya udah, jadi bunny deh…”

* malem nya mami menceritakan the whole conversation ke papi..

Papi : “Huahahahaha.. beneran dia mau kupingnya pindah ke atas ?”

Mami : “He eh.. ghawat gak sih ?”

Papi : ” Kalo misalnya besok pagi, pas dia bangun terus kita bilang ‘Rel Rel.. kupingmu udah pindah ke atas;, kira kira gimana ya ? Pasti dia kaget kali ya ?”

Mami : (memberikan pandangan, ‘maksud loe ????”)

 

e eeeehhh….gak anaknya, gak papinya, idenya sama ajaibnya ! like father like daughter

Leave a Reply