Belajar ngomong yuk

Karin sudah 17 bulan, maka dengan semangat kita semua mendorong untuk berani dan mau ngomong lebih banyak..

well.. sekarang ini sih udah mulai jelas untuk kata “Mau” (kalo mau minta makanan), “Bau”, “Papi”, “Mami”, “Yuk yuk”, sisanya sih timbul tenggelam, kadang bisa.. kadang gak mau ngomong.

Supaya lebih rajin ngomong, maka gak henti hentinya diajak menyambungkan kata, seperti usaha papi pagi ini.

Papi : “Ini Kaaaaa ?” (menunggu Karin menyambungkan kata umpan dari papi)

Karin : “Yinnnn…” (Karin maksudnya)

Papi : “Panggil Kong?”

Karin : “Kooonnnggg”

Papi : “Panggil Pho ?”

Karin : “Phoooo”

Papi : “Saaa…”

Karin : “Tuuuu”

Papi : “Duuuu….”

Karin : “aaaaa”

Papi : “Tiiii…”

Karin : “gaaaaa”

dan berlanjut sampai kata kata Paaa-piiii, Maaaa-miiii, Chris-ty, Au-rel, Sus Suuuu-siiii, Sus Taaa- riiii, jem-polll, keling-king, ka-ki, tu-mit, dst dst….

Nah, setelah sekian kata, tiba tiba papi menyambung dengan kata yang agak susah ditebak ujungnya mau kemana.

Papi : “Soikou baaaaa ??”

Mami : (bingung juga, apa ya kira kira ??? kok kayaknya gak nyambung)

Karin : (dengan polos, mantab surantab, menjawab) “Duuuuuuuttttt”

Papi + mami : “Huahahahahahaha hihihihi hehehehe hohohohoho.. Kok jadi Badut sih ? ”

Papi : “Soikou baik, de ! bukan soikou badut”

Karin : (pasang tampang lugu, tak berdosa, lhaaaaa mana tau maksudnya mau tebakin kata baik. khan selama ini taunya, badut-badut doank, papi. makanya jangan susah susah donk nebakin katanya)

 

Leave a Reply