Lenggak lenggok sang peragawati

Hari sudah malam, waktunya untuk bersiap tidur. Seperti biasa, giliran pertama dari dede Karin.

Setelah selesai sikat gigi, cuci kaki, tangan dan muka, maka Karin pun menghambur masuk ke kamar cicinya lagi, bersiap ganti piyama.

Karin : “Yeyyyy… dede bugil” (berzseru dengan bangganya)

Mami : “Iiiii malu, kok bugi. Ayo cepet cepet pakai baju”

Sus : (mulai memakaikan piyama ke Karin) “Hehehehehe, kok bergaya gitu sih, de ?”

Mami : (memandang ke Karin)

Karin : (tersenyum senyum, meletakkan satu tangan di pinggang, mulai berpose ke kiri dan ke kanan seperti peragawati di catwalk)

Sus Aurel : “Hahahahaha, dia bangga banget sih, lihat tuh gayanya”

Karin : (makin semangat bergaya, memindahkan berat badannya dari kaki kiri ke kanan, masih berpose seperti peragawati)

Sus Karin : “Ayo de, pakai baju dulu, nanti baru gaya lagi”

Karin : “Hihihihi…hihihihi….” (nurut juga, memakai piyamanya)

Selesai pakai piyama… Karin berputar putar di kamar dengan jalan berlenggak lenggok dan tak lupa pose ke kiri dan ke kanan.

Mami : (agak bengong sih… kok dia bisa ya ?)

** Tsk tsk tsk.. kamu lihat di mana sih, de ? Kok ada gaya begitu ?

Leave a Reply