Kuteks kuteks centil

Mami udah janji sama anak anak, kalau nanti liburan boleh pakai kuteks di jari jari . hehehehehe. dasar anaknya cewe cewe, pada centil gitu deh !

So, semalam mami membawa sebotol kuteks bening, dan nail accesories (sticker bunga bunga untuk hiasan kuku) ke kamar anak anak.

Mami : “Ayoooo… kita pasang kuteks yuk !”

Christy, Aurel, Karin : (mengerubung ke mami, walaupun tadinya Karin lagi istirahat sambil di kompres karena demam)

Mami : “Coba dulu ya.. bisa ngga nih. Ini airnya, jarinya celup sini, pasang sticker, baru dilapis sama kuteks bening”

Christy : “Aku mau yang bunga besar ya…”

Mami : “Yaaa.. kamu khan kukunya lebar, bisa tuh bunga besar. Aurel yang kecil ya..”

Karin : “Dede mauuuuu” (buru buru menyodorkan jempol kiri dan kanan)

30 menit kemudian, terjadi kerusuhan pemasangan kuteks. Karena ternyata tak semudah yang dibayangkan.

Problemnya adalah :

1. Kukunya kekecilan, sehingga stickernya gak bisa nempel

2. Anaknya gak sabaran, jadi grasak grusuk, stickernya copot copot dan ngotot minta dipasang ulang. (haiyaaaa)

3. Pada gak sabaran untuk antri giliran, dan sibuk jerit jerit minta duluan (rusuhhh…)

4. Berhasil pasang sticker, gagal dilapis kuteks bening, karena jarinya gak bisa diem, malah yang kena kuteks kulit jari tangannya, jadi kaku deh. (Wewwww)

5. Berhasil pasang sticker, berhasil kuteks bening, gak sabar tunggu kering. Tangan kanan nempel di kiri, tangan kiri nempel di kanan, sticker dan kuteks bening bocel bocel gak karuan, ada yang copot pula. (alamaaaakkk…)

So, kesimpulannya, pemakaian sticker di kuku tidak bisa diplikasikan karena bidang kuku terlalu kecil. Pelapisan kuteks bening juga gagal karena pada gak sabaran untuk nunggu kering (sampai pakai hair dryer untuk mempercepat proses pengeringan – mirip salon deh !). Untuk selanjutnya mari kita beli kuteks warna warni saja, tinggal aplikasi dan tunggu kering, gak pake sticker sticker-an lagi.

Yang paling ghawat adalah…ketika  mami bertanya warna kuteks yang diinginkan..

Mami : “Udah deh, besok beli kuteks warna warni aja, ini gak berhasil sukses. Kalo beli kuteks, mau warna apa ?”

Christy : (Serta merta menjawab dengan lantang) “Hijaaaauuuu”

Aurel : “Aurel juga hijauuuu”

Karin : “Dede mau kuninggggg !!!”

Mami : (iiiii… hijau ? kuning ? ngeri sekali pilihannya ?) “Kenapa gak pink aja ? Bagus lho ”

Karin : “Gak mau, dede mau Kuning”

Christy : “Aaaa aku maunya hijau”

Aurel : “Aku juga gak mau pink” (tumben.. biasanya dia fave pink)

Oke deh… ntar mami beli dulu ya, kuteks warna hijau dan kuning. Ampun deh, itu mah alamat gak dipakai lagi…mana mungkin ada yang mau pakai kuteks ijo kuning, emangnya bunglon ? coba kalau mau pink, mami khan tinggal pinjem sama soikou aja, nak. Sigh..  :)

Leave a Reply