Target jangka pandek

Christy mau ulangan, jadi dia mulai membaca text booknya, ditemani mami. Sementara itu, Aurel lagi berusaha untuk tidur siang, dengan tidak meyakinkan berhasil, Aurel nungging ke kiri, ke kanan, naik turun, mendekat dekat ke cicinya yang lain membaca buku.

Mami : “Aureeeeelll.. bobo”

Aurel : (beringsut ingsut mundur ke ranjang)

Christy : “Mami, ini ada cerita burung dodo. Burung dodo merupakan salah satu burung besar, yang tinggal di kepulauan terpencil. Pada saat para manusia datang ke pulau tersebut, burung dodo menyambut dengan ramah. Oleh karena itu diberi nama burung dodo, yang artinya bodoh. Tapi lama kelamaan burung dodo punah karena ditangkap oleh manusia maupun diserang oleh babi dan anjing yang dibawa oleh manusia. Burung dodo beratnya bisa mencapai 23 kg. bla bla bla….”

Mami : (mendengarkan cerita burung Dodo)

Aurel : (ikut nguping)

Christy : “Whooaaa berarti burung dodo itu besar juga ya. 23 kilo mami…”

Mami : “Iya” (melirik ke Aurel yang gak bisa tidur) “Aurel aja kalah gede sama burung dodo. Khan dia cuma 22,5 kg”

Christy : “Hehehehehehe”

Aurel : (langsung alert mode on. memandangi mami, terus mulai kelihatan agak panik)

Christy : “Ayo, Rel. Kamu makan yang pinter, kalo ngga ntar kamu kalah besar sama burung Dodo lho !”

Aurel : “Masa sih ? Aurel lebih kecil dari burung Dodo ?”

Christy : “IYa lah, kamu cuma 22,5 kg. Burung Dodo aja 23 kilo”

Mami : “Makanya, kalo makan yang semangat, biar lebih gede dari burung Dodo. Kalo ngga ntar kamu dipanggil burung Dodo aja ya”

Aurel : “Gak mau. Aurel makan yang pinter deh, biar gak kalah sama burung Dodo”

* Sooo.. sejak hari itu, semangat makan Aurel lebih baik, target utamanya adalah melewati angka timbangan 23 kilo, biar gak kalah gede dari burung Dodo. Ha-ha-ha. Cia you, Rel !

Leave a Reply