Debat kacamata

kacamata disney2 minggu lalu, mami dapat laporan dari Christy..

Christy : “Mami, kata bu guru, aku disuruh periksa mata.”

Mami : “Oh ya ? memangnya gak kelihatan ya tulisan di papan tulisnya ?”

Christy : “Aku duduk nomor 2 dari belakang, terus aku gak kelihatan, mesti maju maju, padahal temenku yang duduknya lebih belakang dari aku, masih kelihatan”

Mami : “Mmmhhh… oke, ya ntar kita cek deh..”

Soooo.. pas ada kesempatan ke mal, uji coba dulu test di optik, untuk meyakinkan aja kalo anak ini perlu kacamata atau ngga. Hasil pemeriksaan memang ada gangguan, mau gak mau harus lanjut konsul ke dokter mata.

Sementara nunggu jadwal konsul, mami udah request ke Ibu Guru kelas, supaya boleh pindah duduk agak depan dulu, sampai nanti selesai konsul dan beli kacamatanya. Untungnya bu Guru oke, jadi Christy langsung pindah duduk agak depan, supaya ketolong dulu lah sementara belum ke dokter mata dan punya kacamata sendiri.

Setelah konsul ke dokter mata, dapat ukuran kacamatanya, mulai donk hunting frame dan lensa. Pesan dari bu dokter, framenya gak usah mahal mahal, tapi cari lensa yang bagus. Mami juga udah dapat bocoran dari temen kantor, frame yang disney lucu lucu dan harganya gak terlalu mahal.

Sampai di optik, mulai deh kita pilih pilih frame, dicoba cobain. Dari sekian banyak yang dicoba, ada 3 kandidat yang dipertimbangkan.

1. Frame warna merah – pilihan mami, bukan karena mami suka merah, terus nyeruduk pilih yang merah juga, tapi memang dipandang pandang sebenernya paling cocok buat Christy. Mbak optik nya juga setuju sih.

2. Frame warna ungu – pilihan christy, atas dasar dia suka warna ungu. Sigh… pantes gak pantes kayaknya tidak diperhitungkan nih…

3. Frame warna pink – walaupun tidak secocok frame warna merah, tapi much better daripada frame warna ungu.

Dari 3 pilihan itu, mami dan Christy jadi berdebat untuk menentukan pilihan. Aurel yang jadi wasit, cuma bisa celingukan aja dan pas ditanya pendapatnya , selalu jawabnya ” Ini bagus.. yaaa lumayan lah” mMmpppffff gak membantu banget khan komentarnya.

Akhirnya mami menelepon papi yang lagi cari air galon di supermarket lantai dasar, request supaya papi nyusul ke optik dan memberikan komentar.

Basically papi setuju sama mami, bahwa yang paling cocok sebenernya yang warna merah, tapi Christy masih manyun, karena dia merasa gak pe de dengan frame warna genjreng gitu.

Akhirnya.. papi mengambil jalan tengah ” Gini deh.. kamu cobain lagi, papi foto satu satu, terus kamu lihat ya. mana yang paling cocok”

Setelah diambil 3 foto dan dibujuk bujuk, akhirnya kita bersepakat ambil frame warna pink, bukan pilihan mami dan bukan pilihan christy. Tapi so far masih cocok untuk wajahnya Christy (daripada yang ungu itu. AAAGGHH !). Akhirnya kita bayar lah frame pink yang ternyata paling mahal (hiks) beserta lensanya dengan janji baru selesai setelah 1 minggu. wew.. lama bener ya.

Sementara itu, Aurel juga gatel dan penasaran pengen coba cobain. Akhirnya mami memilihkan 1 frame pink garfield, dicobakan ke Aurel, dan wuiiitttsss “She looks very very smart !” Ha hahahaha.. sampai sampai papi memotretkan dulu 1x sebelum mengembalikan frame ke mbak optiknya. Aurel pun senyum senyum senang, karena berhasil mencoba kacamata yang katanya membuatnya Looks very very smart. Kik kik kik… hehehehe, Aurel.. basically kamu udah smart kok, gak perlu kacamata lagi yak !

Leave a Reply