Dan Karina pun belum sampai di Bali

bali

Liburan Paskah, mami dan papi sudah jauh hari merencanakan untuk liburan ke Bali sama anak anak. Janji sejak lama, akhirnya terbayar lunas :) The kids love Bali – the white sand, the seasheel, the wave

So, setelah mendapatkan tiket pesawat, hunting untuk hotel juga donk. Atas rekomendasi teman papi, kita akhirnya putuskan untuk ambil villa di Ubud, jauh dari keramaian Kuta dan coba suasana baru.

The owner of villa adalah sepasang suami istri yang senior dan lebih fasih berkomunikasi dalam bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia. So we assumed that they are “Bule”, right ?

Papi mami juga sudah mention ke anak anak, kalau Opa Jim and Oma Paula akan mengundang lunch kita semua, sekaligus berkenalan.

Soooo.. little Karin begitu semangat untuk bertemu Opa Jim. Opa Jim means Bali for her !

Hari pertama landing di Bali, kita jalan jalan dulu ke GWK, Nusa Dua dan Jimbaran, baru akhirnya check in ke Ubud.

Otw ke Ubud, hari sudah malam, tiba tiba si kecil bertanya

Karin : “Papi, kita dimana ? Opa Jim mana ?”

Papi : “Kita di Bali, de. Opa Jim di rumah, tapi rumahnya gak sama dengan villa kita. Khan nanti janjian ketemunya, gak hari ini”

Karin : “Kok lama banget belum sampai ke Bali ????”

Pak Supir + the whole family : “Huahahahaha.. belum sampai bali ? ini udah di bali dari siang tadi, de”

Karin : “Belum sampai, ini bukan Bali, opa Jim nya ngga ada”

** Poor little Karina, dia masih berpikir belum sampai bali kalo tidak ketemu opa Jim. Dan till the end of our holiday, she can’t meet opa Jim in person, soalnya Opa Jim sakit waktu kita kunjung ke rumahnya. Tapi Oma Paula dengan sangat welcome menyediakan makan siang yang enak dan menyampaikan ke Opa Jim bahwa Karina menganggap belum sampai ke Bali karena belum ketemu opa Jim. Sooo.. after we go back to Jakarta, Opa Jim mengirimkan email untuk menyampaikan salam ke Karina dan say so sorry can’t meet us at that time.

 

Leave a Reply