It’s not about diet, It’s about changing your life style :)

skinnyfriendneverputsonweightOkey… setelah sekian banyak teman teman yang menanyakan, akhirnya saya putuskan untuk diceritakan saja deh… jadi gak pada penasaran. Hahahahaha – sok celebs deh !

Akhir akhir ini.. banyak yang berkomentar di FB saya “Tik, kok kamu kurus banget. Apa sih rahasianya ?” ataupun bertanya langsung ” Kok kamu kurusan ya ? Diet ya ? OCD ya ?” dan sejumlah pertanyaan lain, yang kurang lebih sama lah…

Well.. NO, saya tidak ikut OCD, saya cuma mengubah jenis makan dan kebiasaan saja :)

Awalnya dimulai dari overweight sehabis melahirkan, which is naik 18 kg, 21 kg dan terakhir 23 kg. Walaupun saya masih beruntung, karena sebelum start di kehamilan yang selanjutnya, selalu bisa balik ke timbangan before hamil. HAHAHAHA.. jadi excess baggagenya ngga di carry over lah yaw…

Tapi setelah kehamilan yang ketiga, kayaknya perlu extra effort untuk kembali ke angka timbangan awal, apalagi lingkungan saya penuh dengan orang orang yang pada doyan makan, so… kita bersemangat lah untuk bersama sama menggembulkan badan 😛

Akibat dari overweight itu, mulai lah masalah timbul di kaki kiri, sampai akhirnya harus ke ortopedi dan dikasih pengobatan. Tapi tetep saja saya bandel dan tidak serius berusaha untuk menurunkan berat yang sebenarnya jadi akar masalah si sakit kaki itu. :)

Tapi karena mulai susah untuk cari baju yang bagus dan cocok, ditambah lagi krucil suka menanyakan ” Mami, kok gak kurus kurus sih…” – glek… akhirnya mulai lah berusaha diet diet ala kadarnya, which is dengan tidak makan nasi. Lumayan.. timbangan turun turun dikit lah 1-2 kg, tapi akhirnya stuck dan malah naik naik lagi :)

Sempat cerita cerita dengan teman teman saya yang sudah lebih memperhatikan gaya hidup yang lebih sehat, yaitu dengan makan sayur dan buah buahan (malah ada yang sudah sampai taraf organic), ikan segar, daging tanpa lemak, ayam tanpa lemak, roti gandum, kacang kacangan, intinya fresh food lah – “less carbo high protein”. Plus olahraga rutin baik yang yoga, fitness ataupun sepedaan :)

Comparing with myself ??? Wowww… saya masih penganut aliran makan bebas, gorengan hajar.. keripikan serbuuu… olahraga ? mana sempatttt… alesannya khan udah capek ngantor, ngurus anak, pagi masak bla bla bla bla… so diet is only cita cita mulia tanpa pernah serius dijalanin. Sampai sampai saya bulats seperti “Panda” (*jedigh ! tega bener deh.. masa dibilang Panda sih)

Finally titik balik nya dimulai saat si kaki kiri bertingkah saat diajak tour ke luar negeri. Entah bagaimana, padahal tidak jatuh juga, cuma karena jalan terus ya, tiba tiba kaki nya sakiiiiitt banget, kaku seperti keseleo, padahal itu baru 1/2 perjalanan. Susah deh saya waktu itu. Saat itu saya sadar, saya bener bener overweight dan kaki sudah “menjerit” padahal saya senang sekali yang namanya jalan jalan plus foto foto narsis. Wkwkwkwk. So … this is it ! no more excuses…. :)

Sejak saat itu mulai lah serius membulatkan tekad, menyusun kembali gaya hidup.

Tahapannya sederhana, saya berusaha untuk menjalani  tanpa beban, semampu yang saya bisa, bukan ikut ikutan orang lain dan akhirnya “sengsara” karena terpaksa dan sebenarnya tidak hepi.

Tahap 1 :

Setting target, pengen bisa sampai ke angka timbangan xx kg – which is 10 kilos yang harus ditake out dari bobot saat ini. Hoaaaaa mungkin kelihatannya targetnya agak bombastis ya :). Tenang.. saya mentargetkan tujuan kilonya, tapi tidak memaksakan kapan harus sampai ke sana. – Gaya orang jawa, sesampainya saja…. :) alon alon asal kelakon.

Tahap 2 :

Untuk langsung ganti pola makan dan juga olahraga, kayaknya “lebay” banget menurut saya, itu khan idealnya, tapi khan karena start dari 0, supaya gak terlalu shock, maka saya mulai dengan tidak makan gorengan, tidak nyemil – at all. bener bener at all lho ya… jadi say bye bye to all snack meeting, gorengan singkong tahu dkk dan beralih ke buah buahan. Untungnya saya memang penyuka buah, dan basically sangat suka ngemil. :) jadi kalo mulutnya nganggur, bisa salah tingkah mati gaya deh. hehehehehehe. So.. semua cemilan dan nyamikan dan snack meeting itu pun di replace dengan membawa 2 kotak buah dari rumah. 1 kotak untuk pagi dan 1 kotak untuk siang. Buahnya boleh apa aja kok. As simple as that, and believe me or not, timbangan itu pun turun 1 kg per minggu, for the 1st 4 weeks. Yeaaaayyy !!!!!

Tahap 3 :

Setelah terbiasa tidak makan gorengan dan cemilan, maka menu makan pagi diubah dari oatmeal plain ke muesli dengan susu low fat dan pisang. (kebetulan ada temen bule nginep di rumah dan dia makan muesli, so.. kita ikut ikutan lah.. dan ternyata enaaaaakkk, walaupun harganya muahaaaalll. Kik kik kik). Buat yang belum pernah makan muesli, pasti akan bilang ” mana kenyang ??? itu khan kayak makanan burung, bentuknya aja biji bijian gitu” – yes ! memang bentuknya seperti makanan burung, tapi percayalah itu rasanya enak (gandum dengan buah buahan kering), mengenyangkan dan membantu memperbaiki pencernaan. Walaupun buat banyak orang, makan pagi saya termasuk aneh, tapi saya tahu ada teman saya yang bisa mengkonsumsi itu pagi-siang-malam dalam rangka pencapaian target ideal karena kejar tayang, sampai sampai muncul joke “coba di cek, muncul paruh nya  gak tuh” Hua hahahahaha… – tapi kalo saya, cukup lah 1x sehari saja, untuk breakfast :)

Tahap 4 :

Next process adalah mulai mengubah menu utama makanan. Nasi digantikan dengan labu kuning / jagung / kentang. Menambahkan brokoli/ bayam/ buncis dan wortel. Dan cara memasaknya adalah di kukus / di rebus – plain tanpa bumbu apapun. Back to basic ! Wowww.. susah donk makannya, well.. gak juga sih, anggap aja seperti makan pecel atau gado gado tanpa bumbu. :)  Lauknya apa ? Bebas… ayam, sapi, seafood, telur. Kalau saya prefer ikan, karena protein nya cukup tinggi dan mengenyangkan, dan mudah memasaknya. Setelah berganti ganti ikan, for me, the best is salmon :) . tinggal dikukus around 10 min dengan sedikit garam, done !

Tahap 5 :

Be persistent and consistent. How ?  timbanglah badan setiap hari, dengan kondisi yang kurang lebih sama. Maksudnya ? Kalau nimbang nya pagi hari, ya pagi hari terus… dan kalo kondisinya sebelum makan, ya sebelum makan terus, sehingga bisa di compare progressnya. Kalau saya, kiasu nih ! nimbangnya selalu pagi hari, sebelum makan dan sesudah poop. HAHAHAHAHAHA.. – istilahnya “berat kosong”

Tahap 6 :

Don’t forget to fit. Apanya ??? bajunya lah… every progress yang sudah dicapai, please dibarengin juga dengan fitting baju secara berkala. Awalanya saya juga don’t care sih urusan yang satu ini. Saya pikir.. yang penting badannya udah kecilan, nanti aja lah kalo udah capai target, sekalian ganti baju baru. Tapi ternyata pemikiran saya itu salah. Good advice from my friend ” kalau udah kurusan, bajunya dikecilin donk” Why ? supaya progressnya lebih kelihatan, lebih semangat karena ada hasil yang nampak (ukuran baju mengecil), dan juga sebagai “poka yoke” kalau kita gendhut lagi, baju langsung sempit khan. Sooo.. selain memperbaiki penampilan, itu juga menjaga kita untuk maintain the weight :) – and it’s true !

Tahap 7 :

Salah satu quotes tentang diet. “Membutuhkan 8 minggu sampai anda merasakan hasilnya, butuh 12 minggu untuk keluarga dan teman dekat anda melihat hasilnya, butuh 16 minggu untuk orang lain melihat hasilnya” — insight nya ? Jangan menyerah and keep on going to achieve your target :)

Tahap 8 :

Berani terima tantangan. Maksudnya ? Well.. walaupun kuping saya sempat panas juga karena dapat teguran kanan kiri yang menganggap saya aneh dengan makanan makanan “ajaib” itu, tapi saya tetep aja pantang menyerah apalagi setelah dapat challange dari suami “coba tuh, celana jeans pre wedding udah muat belum” – HAHAHAHAHA.. and  I do put my effort untuk bisa fit again ke celana jeans itu. On the other side, I am so lucky to have such a good friend yang jadi cheerleader untuk setiap progress yang dicapai. Termasuk saling “mengaku dosa” kalau ada masa masa makan pengawuran ataupun hura hura. HAHAHAHAHA dan akhirnya a little bit healthy competition will increase the fun during the journey. Maksudnya : kalau ada yang bisa turun kilo-an nya, otomatis yang satunya gak mau kalah untuk berusaha keep on the track juga. Dan kalau ada yang naik timbangannya, maka yang satunya akan berusaha at least maintain supaya gak ikutan naik dan bisa tertawa tawa ngeledekin yang meng-gendhut. Hihihihi. Kuncinya tetep sama , apa yang dimakan, itu yang akan dilihat orang. Sooo… “tahan iman” untuk selalu memilih makan makanan yang baik secara kualitas dan porsi, it will be a lot easier daripada harus berusaha extra cuma gara gara sepotong cake yang lezat sesaat saja. Finally… celana jeans pre-wedding itu pun muat lagi. Yeay yey yey… and Insightnya : support from family & friends will help u a lot !

Tahap 9 :

Set up again your standard bar. Setelah target tercapai, so what ? Buat saya, I choose to challange myself once again dengan set up new target. But how ?? Saya sempat dapat komplain kanan kiri, karena khawatir saya akan diet gila gila-an. Nooooo.. saya masih cukup waras dengan makan cukup, sesering yang saya mau, hanya saja tetap dipilih yang sehat dan baik. It will be automatically kok.. gak mungkin lah akan makan sembarang after see the result. Sayang donk effortnya :) Akhirnya saya putuskan untuk melanjutkan pola makan seperti sekarang tetapi ditambah dengan excercise. Untuk bergabung di gym tertentu, kelihatannya akan butuh banyak waktu dan biaya, apalagi mesti bener bener pesiapan dan biasanya berakhir hanya rencana saja… (pengalaman putus sambung ikut kelas senam, dengan alasan pulang kantor telat jadi gak keburu.. anak mau ulangan mesti ngajarin.. badan lagi capek.. jalan pas macet dan alesan alesan lainnya). Sooo… carilah kegiatan yang bisa dilakukan secara flexi, di rumah, dengan fasilitas seminimal mungkin. Buat saya ? Modal DVD senam aerobik 50 ribu, pasang lah di player, bikin janji dengan diri sendiri untuk bisa senam sekian kali dalam seminggu. :) Simple … tapi butuh disiplin dan komitmen. For this, saya juga perlu mengatur ulang jadwal pagi hari, membuat schedule hari apa saja saya bisa masak full course ? masakan apa yang bisa disiapkan dengan cepat ? kapan saya bisa skip untuk gak masak di pagi hari ?  sehingga akhirnya saya punya waktu untuk bisa senam sebelum mandi dan berangkat kerja. Walaupun awalnya tidak yakin bisa, tapi toh akhirnya bisa juga tuh. – Yang penting niat !

Tahap 10 :

Be happy with yourself. Setiap progress yang dicapai, syukurilah. It will make u happier & energize. Most of my friends said ‘kamu lebih ceria ya, sekarang ? Lebih fresh juga” –  Yes, I am. Karena awalnya saya sudah pasrah dengan timbangan, ya sudah lah.. anak sudah 3, umur udah nambah, kayaknya susah deh untuk bisa balik lagi kayak dulu. Tapi ternyata “I can ! :) “. So my happiness is not only because of the achievement karena timbangannya sudah turun banyak, tapi lebih ke arah pembuktian pada diri sendiri, bahwa kalau memang niat, dan sungguh sungguh berusaha, saya bisa melakukannya :)

**

Jadi, kalau ada yang nanya ? Berarti kamu gak bisa makan ini itu donk ? Susah donk makannya – Ya ngga juga sih.. makan apa aja juga bebas kok, tinggal diatur aja jenisnya dan jumlahnya. Mengutip nasihat bijak yang pernah saya terima ” Hidup itu khan cuma satu kali. Kita gak tahu sampai kapan kita dikasih waktu, semua itu diatur sama yang diatas. Tapi kalau bisa hidup dengan lebih sehat, lebih baik, kenapa tidak diusahakan ? Bukankah kalo kita lebih sehat maka bisa lebih menikmati hidup ? ”

So.. buat yang selama ini bertanya tanya ke saya “Kamu diet ya ? Kamu OCD ya ? Kok bisa kurus gitu ?” –  my answer is “No, It’s not about diet, It’s about changing your life style. Karena ini bukan hanya untuk sesaat, tapi bisa dilakukan sepanjang waktu”

*** Buat temen temen yang mau ikutan, please feel free to try ya. Ini bukan testimonial sih.. soalnya saya sendiri juga masih dalam proses belajar, perjalanannya masih panjang, tapi at least I’am trying dan rasanya sudah on the track :)

**** many thanks for all supports & “pom pom” , especially to make me believe that “I can and deserve better”

 

Leave a Reply